Tim Jetschool Academy · 14 Oktober 2026
Meta akhirnya resmi melangkah ke liga model AI paling atas. Perusahaan yang dihelm Mark Zuckerberg itu pada Senin (13/10) memperkenalkan dua model terbarunya, Muse Wonder dan Muse Wonder Full, yang diklaim sebagai model AI frontier pertama mereka — setara dengan model flagship OpenAI, Google, dan Anthropic.
Kedua model ini dibangun di atas teknologi yang sama dengan Muse Spark, dan awalnya dikembangkan dengan nama sandi "Watermelon". Meta menargetkan keduanya sebagai mesin bagi agen AI personal dan profesional, menyusul suksesnya aplikasi agen Muse yang diluncurkan beberapa waktu lalu.
Yang membedakan Muse Wonder dari model sejenis adalah dua fitur utama. Active Memory memungkinkan AI mengingat informasi penting soal pengguna dari percakapan sebelumnya, bahkan dalam rentang berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Adapun Active Focus membuat agen AI tetap bertahan mengerjakan tugas yang sulit: mencoba pendekatan lain, menyiasati hambatan, dan menyesuaikan diri dengan informasi baru sampai pekerjaan selesai.
Muse Wonder mampu memproses masukan teks, gambar, video, dan suara, dengan jendela konteks hingga satu juta token. Meta menunjukkan demonya dalam ranah hukum, keuangan, dan kesehatan — mulai dari mengurus klaim asuransi, memahami isi perjanjian sewa, sampai menganalisis kondisi keuangan pengguna.
Meta menerbitkan sejumlah hasil benchmark yang menunjukkan Wonder Full unggul dari pesaing. Pada uji ketahanan rekayasa perangkat lunak SWE-Marathon, Wonder Full mencetak skor 57,5, mengungguli Claude Opus 5.5 (46,3) dan GPT-6 Astra (42,5). Pada Legal Agent Benchmark, skornya juga tertinggal jauh dari para pesaing.
Indeks dari lembaga analisis independen Artificial Analysis memberi Wonder Full skor 56 — menyamai Claude Sonnet 5.5 dan melewati GPT-6 Astra, Gemini 4 Argon, serta Claude Fable 5.1. Muse Wonder versi standar mencetak 52.
Namun keunggulan itu tidak berlaku di semua bidang. Pada Terminal-Bench 4.0 dan pertanyaan kesehatan, Claude Opus 5.5 dan GPT-6 Astra masih lebih unggul. Skor pengetahuan umum Wonder Full pada AA-Omniscience juga tertinggal: 30, dibanding 43 milik GPT-6 Astra dan 46 milik Claude Opus 5.5.
"Ini model frontier sejati. Kami yakin model kami kompetitif dengan model terbaik yang ada, dan khususnya state of the art untuk pekerjaan agenikal personal dan profesional," ujar Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang.
Muse Wonder sudah bisa dipakai pengembang lewat Meta Model API dan alat pemrograman Muse Code, dengan harga 4 dolar AS per juta token masukan dan 20 dolar per juta token keluaran — sekitar separuh harga GPT-6 Astra yang dipatok 10 dan 50 dolar.
Sementara Muse Wonder Full, versi yang paling mumpuni, untuk saat ini hanya tersedia bagi pelanggan berbayar Muse Code.
Rilisan ini menandai babak baru buat Meta yang sempat tertinggal di persaingan AI. Zuckerberg menyebut langkah ini bagian dari visi "personal superintelligence"-nya, dan kini punya amunisi nyata untuk bersaing langsung dengan OpenAI dan Anthropic — setidaknya di kelas agen AI untuk pengguna biasa.
Bandingkan sendiri model-model flagship terkini lewat artikel benchmarking GPT-6 Astra vs Claude Fable 5.1 vs Gemini 4 Argon, atau baca bagaimana Google mengklaim Gemini 4 Argon mengungguli GPT-6 Astra.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program