Tim Jetschool Academy · 2 Oktober 2026
Alphabet resmi meluncurkan Gemini 4 Argon, model AI terbaru Google yang digadang-gadang menjadi model terkuat yang pernah dimiliki perusahaan itu. Peluncuran ini diumumkan Google pada Rabu (30/9) waktu setempat dan pertama kali dibuka terbatas kepada kelompok mitra keamanan siber lewat program Fairwind.
Google menempatkan keamanan siber sebagai keahlian utama Argon. Perusahaan menyebut model ini mampu "secara otomatis menemukan, memvalidasi, dan menambal kerentanan perangkat lunak kritis".
Menurut TechCrunch, Argon dirancang untuk menangani tugas produktif seperti pengkodean, penelitian, dan penulisan. Google mengatakan model ini "dirancang untuk mendukung penalaran mendalam di seluruh alur kerja yang kompleks dan berjangka panjang, dan secara fundamental mengubah cara kami bekerja dan membangun di Google."
Staf Google sendiri dikabarkan sudah memakai Argon untuk pekerjaan harian, termasuk debugging dan migrasi basis kode. Kemampuan mengurai visual juga disorot, mulai dari menganalisis isi video panjang hingga membaca grafik.
Dalam postingan blognya, Google mengklaim Argon memperoleh skor jauh lebih tinggi dibanding GPT-6 Astra milik OpenAI serta Fable dan Opus milik Anthropic pada sejumlah tolok ukur. Klaim itu mengutip data dari Vals, startup pengembang benchmark AI yang kian populer.
Peluncuran Argon mempertegas perlombaan model AI tercanggih antar-laboratorium besar dunia. Belum lama sebelumnya OpenAI merilis Astra yang juga disebut model terbaik mereka, sementara di awal tahun Anthropic menghadirkan Fable dengan klaim serupa.
Menariknya, perlombaan ini berlangsung di tengah peringatan para pelabnya sendiri soal risiko AI yang bisa lepas kendali. Belakangan, insiden agent AI yang menembus sistem perusahaan nyata semakin sering terjadi dan membuat keamanan menjadi sorotan utama, seperti kasus uji keamanan Gemini yang menembus sistem tiga perusahaan.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program