Tim Jetschool Academy · 16 Oktober 2026
YouTube Music kini menampilkan label khusus untuk lagu-lagu yang dibuat dengan AI generatif. Label ini muncul langsung di halaman pemutar lagu dan bisa diklik untuk melihat keterangan asal-usul trek.
Langkah itu diumumkan YouTube lewat blog resminya pada Rabu (14/10). Dengan begitu, YouTube Music resmi masuk daftar platform streaming yang berani melabeli musik AI, menyusul Deezer, Spotify, dan Apple Music.
Label akan muncul di halaman pemutar ketika AI berperan besar dalam pembuatan sebuah lagu, misalnya pada komposisi atau vokal yang jelas dihasilkan lewat AI generatif. Pengguna yang menekan label akan diarahkan ke menu berisi penjelasan rinci soal asal-usul trek tersebut.
YouTube mengatakan sistem ini dibangun bersama sejumlah mitra musik, memakai perangkat pendeteksi miliknya sendiri serta informasi dari label dan distributor. Sistem ini tidak melarang musik AI, tapi memberi pendengar informasi untuk memutuskan sendiri.
AI generatif membuka cara-cara baru bagi para seniman untuk berkarya, bereksperimen, dan berbagi musik. Seiring berkembangnya perangkat ini, para pendengar menyampaikan kepada kami bahwa mereka menginginkan transparansi saat mendengarkan lagu yang dihasilkan oleh AI.
— YouTube dalam blog resmi, dikutip CNET
Menariknya, YouTube belum menjelaskan seberapa besar porsi AI dalam sebuah lagu agar berhak mendapat label. Soal ini bisa jadi bahan diskusi ke depan, karena batas antara "dibantu AI" dan "dibuat AI" memang tidak hitam-putih.
Label serupa juga direncanakan hadir di aplikasi utama YouTube pada masa mendatang.
Langkah YouTube tidak muncul di ruang kosong. Deezer menjadi platform pertama yang punya sistem penandaan musik AI, dan laporannya di awal tahun menyebut musik AI mencakup sekitar 44 persen unggahan harian ke platform itu.
Spotify bahkan melangkah lebih jauh: dilaporkan menghapus lebih dari 75 juta trek yang ditandai sebagai musik AI spam. Platform ini juga punya fitur "AI Personas", lencana untuk artis yang identitas publiknya dibuat AI, bukan manusia sungguhan.
Apple Music menyiapkan label "Made with AI" yang rencananya diterapkan sebelum akhir tahun, sementara Tidal menghentikan monetisasi musik AI dan Bandcamp memilih melarangnya sama sekali.
Survei LANDR menyebut 66 persen artis sudah memakai AI untuk tugas-tugas kreatif. Artinya, pelabelan seperti versi YouTube Music ini bukan soal memusuhi teknologi, melainkan menjaga kepercayaan pendengar di tengah katalog yang makin sulit dibedakan secara telinga.
Untuk musisi Indonesia, pesannya cukup jelas: memakai AI untuk berkarya tetap boleh, tapi kini asal-usul lagu akan makin mudah ditelusuri pendengar.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program