Tim Jetschool Academy · 1 Oktober 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Selasa (29/9) yang menginstruksikan seluruh pemerintah federal AS untuk mengganti istilah "kecerdasan buatan" atau artificial intelligence (AI) menjadi "super intelligence" (SI) dalam segala komunikasi resmi.
Perintah itu mewajibkan departemen dan badan federal menggunakan istilah "kecerdasan super" dan "SI" dalam korespondensi resmi, komunikasi publik, situs web, dokumen kebijakan, hingga materi non-undang-undang lainnya. Badan-badan tersebut juga diperintahkan berhenti menggunakan istilah "kecerdasan buatan" dan "AI".
Dalam bunyi perintah eksekutif yang dikutip Politico, disebutkan bahwa teknologi tersebut kini "semakin mewakili bukan sekadar artificial intelligence, melainkan era baru Super Intelligence."
Gedung Putih menyebut perubahan terminologi ini dimaksudkan untuk mengakui "peluang besar" yang ditawarkan teknologi baru. Pemerintahan Trump juga menegaskan bahwa AS adalah pemimpin dunia di bidang ini dan telah memimpin pengembangan serta penerapan teknologi tersebut selama lebih dari 70 tahun sejak AI menjadi bidang penelitian.
"Itu bukan dibuat-buat (artificial), kita semua sepakat akan hal itu," kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip Kompas.com.
Perintah eksekutif itu menugaskan Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi (OSTP) Michael Kratsios untuk menyusun definisi federal bagi istilah "super intelligence" dan "SI" yang mencerminkan "batas teknologi yang terus berkembang." Ia juga ditugaskan mengidentifikasi tindakan eksekutif tambahan yang diperlukan untuk menerapkan definisi tersebut.
Langkah ini dilakukan sekitar sepekan setelah Trump mulai memakai istilah SI dalam pidatonya di Sidang Umum PBB. Dalam kesempatan itu, ia menolak seruan memperketat regulasi industri AI dan meyakinkan para pemimpin dunia bahwa eksekutif perusahaan teknologi akan memasang pengaman yang diperlukan pada model AI mereka.
Kebijakan ini menuai catatan karena dalam dunia AI, istilah superintelligence sebenarnya sudah memiliki makna khusus: jenis AI yang kemampuan kognitifnya melampaui manusia di hampir seluruh aspek berpikir. Teknologi seperti itu hingga kini belum tercapai, sehingga penamaan resmi ini dinilai sejumlah pengamat sebagai klaim yang mendahului realitas.
Perintah eksekutif ini menyusul rangkaian langkah Washington soal AI pekan ini. Pada hari yang sama, para eksekutif perusahaan teknologi menandatangani konstitusi AI yang bersifat "mengikat secara moral" di Gedung Putih, yang mengarahkan perusahaan bekerja sama dengan auditor eksternal independen serta menerapkan pengendalian internal agar model AI tidak meretas sistem.
Trump sebelumnya menegaskan tidak akan memperlambat pertumbuhan AI, dan menyatakan mempertahankan dominasi AS dalam teknologi ini merupakan persoalan keamanan nasional.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program