Tim Jetschool Academy · 23 September 2026
TelkomGroup bersama Danantara Indonesia mempercepat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan nasional. Melalui anak usahanya PT Telkom Data Ekosistem yang beroperasi dengan nama NeutraDC, Telkom menyiapkan AI data center dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) yang dibangun bertahap di Batam, Jabodetabek, Jawa, dan Manado.
Rencana itu dibahas dalam National AI Data Center & Electrification Strategic Workshop yang digelar Danantara Indonesia di Jakarta, dengan tema "Building Indonesia's Sovereign AI Infrastructure: Validating National Demand, Data Center & Power Readiness". Acara ini mempertemukan BUMN lintas sektor, regulator, penyedia infrastruktur digital, dan sektor energi untuk menyelaraskan kebutuhan AI nasional dengan kesiapan data center serta pasokan listrik.
NeutraDC tidak bermain sendirian. Pengembangan kapasitas 1 GW itu diperkuat dengan 26 edge data center di 21 kota agar kemampuan komputasi bisa menyebar ke berbagai wilayah, bukan terpusat di satu lokasi. Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyebut data center Telkom sebagai fondasi Indonesia membangun ekosistem sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan, khususnya untuk mendukung kebutuhan pemerintah dan BUMN.
PLN juga ikut menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis. Perusahaan listrik negara itu berkomitmen menyediakan reliable power dan green energy, termasuk pasokan listrik berskala gigawatt, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional.
Angka 1 GW bukan asumsi. Hasil pemetaan terhadap lebih dari 70 responden BUMN dalam workshop tersebut menunjukkan kebutuhan data center yang signifikan. Sektor perbankan menjadi kontributor terbesar, disusul mobilitas dan kesejahteraan. Secara geografis, permintaan paling padat ada di Jawa-Madura-Bali (Jamali), kemudian Batam dan Indonesia Timur.
Proyeksi terus naik hingga 2030 seiring penggunaan AI yang makin meluas di lingkungan BUMN. Pola pemanfaatannya pun diprediksi berubah: pada 2026-2029 AI lebih banyak jadi alat bantu aktivitas sehari-hari, lalu memasuki 2030 bergeser ke agentic AI dan operasional terintegrasi yang konsumsinya diperkirakan menyerap sekitar 70 persen dari total kapasitas data center.
Bukan cuma Telkom yang bergerak. Di lokasi yang sama sebelumnya, Danantara menghadirkan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah serta Direktur Utama NeutraDC Rakhmad Tunggal Afifuddin untuk memvalidasi proyeksi kebutuhan sebelum investasi berjalan. Kebetulan, lokasi fisik data center raksasa itu juga sudah jelas: bukan Jakarta atau Cikarang, melainkan kompleks Jatiluhur yang kini gencar dikembangkan sebagai kawasan data center baru.
Bagi pelaku usaha dan profesional Indonesia, momentum ini menggemakan. Ketika komputasi AI mulai tersedia di dalam negeri dengan penjaminan kedaulatan data, biaya dan jarak ke infrastruktur AI makin dekat. Pemerintah berharap tata kelola dan data sensitif tetap berada di bawah kendali nasional, sementara industri mendapat fondasi yang layak untuk membangun layanan AI berskala besar.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program