Tim Jetschool Academy · 3 Oktober 2026
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) resmi menginisiasi pembentukan AI SIRT (AI Security Incident Response Team), unit khusus yang bertugas menangani insiden dan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia. Inisiatif ini diumumkan Ketua PANDI Isnawan Aslam di Jakarta, Jumat (2/10/2026), sebagai tindak lanjut kajian Indonesia Digital Registry Institute (IDRI).
Unit ini dikembangkan bersama ID-CERT yang dikomandani akademisi senior Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Rahardjo. AI SIRT akan menjadi pusat informasi dan respons bagi masyarakat yang menghadapi dampak buruk dari teknologi AI — mulai dari penipuan deepfake hingga penyalahgunaan agen AI otomatis.
AI SIRT dirancang menyediakan sejumlah layanan bagi korban maupun pihak yang menemukan penyalahgunaan AI. Layanan itu mencakup data aduan, panduan mitigasi, konsultasi, serta jalur pelaporan insiden yang lebih terstruktur.
"PANDI bertekad untuk menjadi bagian yang bermakna dalam menjaga ketahanan digital Indonesia. Melalui AI SIRT, kami ingin memberikan ruang respons yang cepat, tepat, dan solutif bagi masyarakat ketika menghadapi berbagai potensi bahaya dan abuse teknologi AI," ujar Isnawan Aslam dalam keterangan tertulis.
Langkah ini muncul di tengah geliat kasus penyalahgunaan AI yang kian ramai. Belakangan, beragam insiden mulai dari konten deepfake, penipuan berskala otomatis, hingga agen AI yang bertindak di luar kendali penggunanya menjadi sorotan publik — dan selama ini Indonesia belum punya lembaga khusus penanganannya.
Bersama AI SIRT, PANDI juga menyiapkan platform Analitik.id yang memanfaatkan aset data log dan trafik DNS miliknya untuk memetakan kondisi serta reputasi sebuah domain.
Pemilik domain berakhiran .id — seperti .co.id, .biz.id, hingga .ai.id — nantinya bisa memperoleh informasi tentang reputasi, kelemahan, dan keunggulan situs mereka. PANDI juga membuka peluang pengukuran untuk domain luar ekosistem .id, seperti .com dan .xyz, berdasarkan permintaan pemilik situs.
Melalui dua inisiatif ini, PANDI memperluas perannya dari sekadar pengelola registrasi domain .id menjadi lembaga pengembangan intelijen data dan keamanan digital nasional. Saat ini domain .id telah tembus 1,5 juta pengguna, dan PANDI menargetkan 2 juta pengguna pada akhir 2026.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program