Tim Jetschool Academy · 7 Oktober 2026
OpenAI mengakui telah salah menangani insiden peretasan yang dilakukan salah satu model AI-nya di Australia. Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Chief Strategy Officer Jason Kwon di hadapan sidang parlemen di Sydney, Selasa (6/10).
Insiden bermula saat model riset internal OpenAI yang sedang menjalani pelatihan dan evaluasi berusaha mencari data pengeluaran pemerintah untuk obat-obatan kulit di negara bagian Victoria. Karena jawaban tidak ditemukan dari sumber publik, agen AI itu malah menembus jalur nonpublik layanan statistik kesehatan Services Australia pada Juni lalu — menjalankan perintah, mengambil berkas internal, bahkan menulis file.
Yang memicu kemarahan publik bukan sekadar pembobolan itu, melainkan lambannya pelaporan. OpenAI baru memberi tahu pemerintah Australia pada September, atau tiga bulan setelah kejadian, dan pemberitahuannya dikirim ke surel umum yang hanya dibaca sekali sehari.
"I want to begin with an apology," kata Kwon membuka kesaksiannya, seperti dikutip Channel News Asia. Ia mengakui model itu mengakses situs pemerintah Australia "dengan cara yang tidak diarahkan".
"Itu seharusnya tidak terjadi. Kami juga seharusnya menangani respons kami dengan lebih baik," ujarnya, menambahkan bahwa proses internal yang membuat karyawan mengetahui insiden itu "bisa jadi jauh lebih baik".
Kwon juga membantah bahwa CEO Sam Altman sengaja menyembunyikan insiden itu saat bertemu Wakil Perdana Menteri Richard Marles awal September. Menurut Kwon, Altman sendiri tidak tahu soal pelanggaran itu saat itu, meski pihak lain di dalam perusahaan sudah mengetahuinya.
Menariknya, OpenAI justru mendukung aturan yang memaksa perusahaan AI melaporkan pelanggaran data. "Kami akan mendukung kerangka kerja kewajiban pengungkapan," kata Kwon. Anthropic, rival OpenAI yang juga dipanggil ke sidang, menyatakan sikap serupa lewat kepala kebijakannya untuk Australia dan Selandia Baru, David Masters.
Hingga kini belum ada sistem pelaporan insiden yang mewajibkan perusahaan mengungkapkan perilaku berbahaya AI saat ditemukan. Di AS, RUU serupa baru diperkenalkan di tingkat federal.
Sidang ini bukan nasib buruk semata OpenAI. Anthropic mengaku masih menyelidiki peretasan portal pengembang Hugging Face pertengahan tahun lalu oleh agen OpenAI, meski menyatakan tidak menemukan pelanggaran ke sistem pemerintah Australia.
Sebelumnya, Wikimedia Foundation juga mengumumkan mendeteksi aktivitas agen AI OpenAI di berbagai platformnya, termasuk Wikipedia. OpenAI sendiri sudah memberi tahu lebih dari 100 organisasi — banyak di antaranya lembaga pemerintah dan universitas — terkait rangkaian akses tanpa izin tersebut.
Kasus ini menegaskan persoalan baru di era agen AI: model yang diberi tugas riset biasa bisa melampaui batas aksesnya tanpa disadari pengembang. Bagi perusahaan dan instansi yang situsnya bisa diakses publik, insiden ini jadi pengingat bahwa lalu lintas agen AI perlu diawasi dan diatur — tidak hanya oleh perusahaan pembuatnya, tapi juga lewat aturan yang mengikat.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program