Tim Jetschool Academy · 30 Agustus 2026
OpenAI resmi memutus kemitraan dengan Cursor, alat coding berbasis AI yang kini dimiliki SpaceX milik Elon Musk. Akses model OpenAI lewat Cursor dijadwalkan berhenti penuh pada 12 November 2026.
Pengumuman itu disampaikan Jumat (28/8) lewat blog resmi OpenAI. Perusahaan di balik ChatGPT itu menyebut keputusan ini lahir dari keraguan bahwa SpaceX akan memakai teknologinya sesuai aturan main yang berlaku.
“Kami mengambil keputusan ini karena kami tidak dapat yakin bahwa SpaceX akan menggunakan teknologi kami sesuai dengan ketentuan layanan, berdasarkan pengalaman kami dengan perusahaan-perusahaan milik Elon Musk yang melanggar kontrak,” tulis OpenAI, sebagaimana dilansir Reuters.
OpenAI menjelaskan bahwa kerja sama dengan mitra skala besar biasanya memuat klausul khusus soal kepatuhan dan keamanan integrasi. Setelah kepemilikan Cursor berpindah, perusahaan mengaku sudah memberikan pemberitahuan maksimal yang diizinkan kontrak, dengan 12 November sebagai tanggal penghentian yang diusulkan.
Panggung konflik ini dibangun sejak Juni, saat SpaceX sepakat mengakuisisi Anysphere, perusahaan induk Cursor, dalam transaksi all-stock senilai US$60 miliar. Kesepakatan itu resmi rampung awal Agustus.
Dalam kontrak OpenAI-Cursor terdapat batas waktu pembatalan apabila terjadi perubahan kendali. Akuisisi SpaceX justru memicu klausul tersebut.
OpenAI juga menunjuk rekam jejak: X, platform milik Musk yang kini menjadi bagian dari SpaceX, dinilai melanggar ketentuan kontrak dengan OpenAI setelah diakuisisi. Pengalaman itu dijadikan dasar keputusan kali ini.
Musk membalas Sabtu (29/8) dini hari lewat unggahan di X dengan tulisan pendek: “Saya sama sekali tidak peduli.”
Ia bahkan menuduh CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman sebagai pihak yang tidak dapat dipercaya, sembari mengulang klaim lama bahwa keduanya mencuri organisasi nirlaba open source.
Konflik dua tokoh ini memang bukan hal baru. Musk menggugat OpenAI senilai US$150 miliar dengan tuduhan meninggalkan misi nirlaba awalnya. Juri federal menolak gugatan itu awal tahun ini karena dianggap terlambat diajukan, sementara OpenAI berargumen Musk justru berupaya mengambil alih kendali perusahaan.
Di sisi Cursor, co-founder Michael Truell yang kini menjabat eksekutif di SpaceX menyatakan perusahaannya tengah berbicara dengan tim OpenAI untuk mencari jalan keluar. Cursor termasuk pelanggan paling awal OpenAI.
Menariknya, hanya beberapa jam setelah pengumuman OpenAI, Anthropic melangkah masuk. Co-founder Anthropic Tom Brown mengatakan perusahaannya siap menambah kapasitas komputasi untuk mendukung model Claude di Cursor.
Cursor memang platform multi-model yang mengintegrasikan model dari OpenAI, Anthropic, Google, hingga ekosistem AI milik Musk. Bagi developer di Indonesia yang mengandalkan model GPT lewat Cursor, sisa waktu hingga 12 November jadi momen yang tepat untuk menyesuaikan alur kerja, entah memilih model lain atau berpindah penyedia.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program