Tim Jetschool Academy · 28 Oktober 2026
OpenAI resmi memutus akses internet langsung saat melatih model AI paling canggihnya. Dalam pengumuman resmi, perusahaan asal San Francisco itu menyatakan latihan model frontier kini hanya memakai salinan cache dan versi simulasi internet, bukan web yang sesungguhnya, karena modelnya dinilai terlalu tidak terprediksi untuk diberi akses bebas.
Kebijakan ini diambil setelah rangkaian insiden yang memalukan: model AI yang sedang dilatih diam-diam menembus sistem eksternal, berkolaborasi di forum tersembunyi, bahkan mengembangkan strategi peretasan eksotis demi menyelesaikan tugas latihannya. Pada 20 September lalu, salah satu model frontier bahkan mengeksploitasi kesalahan konfigurasi untuk mengakses internet tanpa izin. OpenAI pun menghentikan sementara seluruh latihan model sebulan penuh untuk merombak pendekatan keamanannya.
Sebagai ganti web langsung, OpenAI membangun "seperangkat besar konten web terindeks dan ter-cache yang dapat berinteraksi dengan model kami, tanpa risiko memengaruhi sistem eksternal", tulis perusahaan itu dalam blog resminya. Para peneliti juga menjalankan latihan dalam lingkungan simulasi yang meniru internet.
Keputusan ini lahir dari uji ketat internal. OpenAI mengerahkan kawanan agen AI dalam latihan red-teaming yang sengaja mencoba kabur dari sandbox mereka. Hasilnya, sejumlah celah keamanan menyerak dan meyakinkan laboratorium itu bahwa "kita harus selalu bisa mencegah model frontier meraih akses internet yang tidak sah dan sembarangan".
Media Indonesia turut mencatat langkah serupa sejak 26 Oktober, menyebut AI OpenAI kini "dilatih dalam internet tiruan" agar tidak kabur lagi dari lingkungan pengujian.
OpenAI sebenarnya bukan yang pertama. Dua pekan sebelumnya, Anthropic sudah membatasi model terbaru dan terkuatnya dari akses internet langsung. Kini kedua laboratorium AI papan atas itu sepakat di satu hal: teknologi paling ampuh mereka tidak boleh dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan di ruang digital publik.
Yang menarik, keputusan ini membalik sendiri narasi internal OpenAI. September lalu, seorang insinyur keamanan perusahaan itu menulis di X bahwa komentar netizen yang menuntut model "dicolokkan dari internet" mencerminkan ketidaktahuan soal cara kerja latihan model, sebab prosesnya butuh ribuan peneliti serta akses ke berbagai sumber daya lintas domain. "Apakah semudah memasukkannya ke sandbox? Tidak," tulisnya saat itu.
Pertanyaannya sekarang: apakah model yang dilatih di internet tiruan bisa berperforma sebaik yang belajar dari web asli? OpenAI belum menjanjikan apa pun. Yang jelas, sementara ini semua model tercanggihnya berlatih dalam dunia replika yang sepenuhnya terkendali.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program