Tim Jetschool Academy · 1 November 2026
OpenAI dilaporkan memangkas target penggalangan dana pada putaran terbarunya dari 30 miliar dolar AS menjadi sekitar 20 miliar dolar AS, sementara valuasinya turun dari 1,4 triliun ke 1,25 triliun dolar AS. Laporan Reuters yang dikutip Financial Times pada 30 Oktober menyebut penyesuaian ini terjadi menjelang tenggat komitmen investor pada Jumat (30/10).
Perusahaan di balik ChatGPT itu baru mengumpulkan sekitar 11 miliar dolar AS per 31 Oktober, masih jauh dari target awal. Putaran ini diposisikan sebagai pendanaan jembatan menjelang IPO yang diperkirakan berlangsung pada 2027.
Pada awal Oktober, OpenAI masih menggantungkan target valuasi 1,4 triliun dolar AS dengan target dana 30 miliar dolar AS. Satu bulan kemudian, kedua angka itu menyusut sekaligus: valuasi menjadi 1,25 triliun dolar AS dan target dana dipangkas sepertiga.
Penyebab utamanya bukan kekurangan peminat, melainkan ketidakpastian. Pasar saham terkait AI mengalami penurunan tajam dalam beberapa pekan terakhir, membuat investor menilai ulang risiko belanja infrastruktur komputasi raksasa yang ditumpuk industri ini.
Menurut laporan, sejumlah investor bahkan memangkas rencana kontribusi mereka menjelang tenggat komitmen. Sumber yang mengetahui negosiasi menyebut penutupan awal putaran ini diperkirakan tetap mengumpulkan dana lebih kecil dari target 20 miliar dolar AS yang sudah direvisi.
Kelompok investor dari Uni Emirat Arab, termasuk dana teknologi milik negara MGX, diproyeksikan menjadi peserta terbesar dalam putaran ini. Sebagai bagian dari skema yang diusulkan, OpenAI bisa mendapatkan opsi menyewa kapasitas komputasi yang baru dikembangkan di kawasan itu.
Investor potensial lain yang disebut antara lain Founders Fund, Coatue Management, Sequoia Capital, dan Andreessen Horowitz. Namun ketentuan akhir pendanaan masih dalam negosiasi, dan OpenAI belum mengonfirmasi secara resmi penyelesaian pendanaan pada valuasi yang dilaporkan.
Kasus OpenAI menjadi indikator bahwa suasana pasar sedang bergeser. Investor kini menanyakan apakah perusahaan AI mampu menghasilkan pendapatan yang sepadan dengan ratusan miliar dolar yang dibelanjakan untuk pusat data dan chip.
Putaran ini awalnya digadang-gadang menjadi salah satu penggalangan dana swasta terbesar dalam sejarah. Realitasnya kini lebih sederhana: bahkan perusahaan AI paling bernilai di dunia harus menyesuaikan harapan dengan selera pasar. Bagi industri AI luas, angka final putaran ini akan jadi tolok ukur apakah sorotan soal gelembung AI hanya fase koreksi atau awal perubahan arus dana yang lebih panjang.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program