Tim Jetschool Academy · 10 September 2026
OpenAI mengklaim berhasil memecahkan salah satu teka-teki matematika tersulit di dunia, persamaan Navier-Stokes yang tak terjawab selama sekitar 90 tahun, hanya dalam 88 jam. Pencapaian itu diraih setelah sekitar 10.000 agen kecerdasan buatan (AI) dikerahkan bekerja serentak.
Persamaan Navier-Stokes masuk daftar Millennium Prize Problems yang ditetapkan Clay Mathematics Institute, tujuh persoalan matematika terbesar yang masing-masing berhadiah 1 juta dolar AS. Persamaan ini menjadi fondasi mekanika fluida dan menjelaskan cara air serta udara bergerak, termasuk fenomena turbulensi yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami.
Sistem yang dipakai bukan model publik, melainkan model internal OpenAI yang diklaim lebih canggih dari GPT-6 Astra, model terbaru perusahaan tersebut. Dalam pengumuman resminya, para peneliti OpenAI menyebut pencapaian ini sebagai bukti laju perkembangan AI.
"Kami percaya penting untuk memberi tahu dunia tentang laju kemajuan AI dan apa yang dapat diharapkan dari model-model yang akan datang," tulis para peneliti OpenAI dalam blog resminya.
Kisah di balik temuan ini dimulai pada akhir Agustus 2026, saat OpenAI mulai melatih model baru dengan kemampuan matematika tingkat lanjut. Pemicunya adalah rumor pada 1 September bahwa dua Masalah Hadiah Millennium telah berhasil dipecahkan, yang mendorong OpenAI menguji modelnya pada persoalan-persoalan yang masih tersisa.
Sebastien Bubeck, matematikawan sekaligus peneliti AI di OpenAI, menjelaskan tim awalnya mengerahkan lebih dari 1.000 agen AI sebelum jumlah itu dinaikkan menjadi 10.000. Pada Sabtu (5/9), atau 88 jam sejak dimulai, sistem menghasilkan solusi yang dianggap valid.
"Saya pikir pasti ada kesalahan di suatu tempat. Dan pada Minggu pagi kami mendapatkan solusi final, sudah terformalisasi dengan Lean dan semuanya," ujar Bubeck dalam konferensi pers, merujuk pada bahasa pemrograman khusus yang dipakai untuk memformalkan bukti matematika.
Solusi itu menjawab pertanyaan inti persoalan Navier-Stokes: apakah persamaan penyebab gerak fluida bisa gagal dalam kondisi tertentu. Jawabannya, iya. Persamaan ini kadang "meledak" saat kecepatan fluida menjadi tak terhingga. GPT-6 Astra kemudian memverifikasi bukti tersebut dalam waktu sekitar 17 jam.
Kepala riset OpenAI Mark Chen menyebut operasi ini menghabiskan biaya jutaan dolar AS, jauh lebih besar dibanding tugas matematika sebelumnya. Meski hadiah 1 juta dolar AS dari Clay Mathematics Institute menanti, OpenAI memastikan tidak akan mengklaimnya.
Pengumuman itu cepat berubah jadi kontroversi. Tristan Buckmaster, matematikawan Universitas New York (NYU), menduga OpenAI mempercepat pekerjaannya setelah mendengar dia dan peneliti Anthropic, Levent Alpöge, hendak mengumumkan terobosan serupa. Keduanya memang telah mempublikasikan dokumen berisi kemajuan penting di area yang relevan dengan Navier-Stokes, dengan bantuan model AI termasuk Claude.
Kekhawatiran Buckmaster bertambah karena draf pekerjaan mereka tersimpan di Codex, model OpenAI yang dipakai untuk menulis program komputer, sehingga berpotensi terlihat oleh tim OpenAI. Meski begitu, dia menegaskan tidak sedang menuduh siapa pun.
"Saya tidak tahu apa yang dilakukan model mereka, atau bagaimana. Saya tidak tahu apakah data kami digunakan. Saya tidak menuduh siapa pun atas apa pun," tulis Buckmaster dalam dokumen yang diunggah di situsnya.
Bubeck membantah perusahaannya memakai pekerjaan kedua matematikawan itu atau mengakses materi yang dibagikan ke server OpenAI. Namun, OpenAI mengakui dalam blog resminya bahwa tidak bisa sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan data tak teridentifikasi dari penggunaan produk mereka turut menyempurnakan model.
Matematikawan OpenAI Ven Chandrasekaran menegaskan solusi timnya berbeda secara signifikan dari solusi yang dihasilkan model AI perusahaan. Sengketa soal kredit ini diperkirakan akan berlarut-larut, sekaligus menyinggung pertanyaan baru tentang etika penggunaan AI dalam riset ilmiah.
Terlepas dari polemik, pencapaian ini memperlihatkan seberapa jauh model AI mengubah dunia matematika. Bulan Mei lalu, OpenAI juga mengklaim kemajuan pada persoalan matematika yang pertama kali diusulkan 80 tahun silam, sementara Google DeepMind mencatat capaian serupa dengan modelnya.
Bubeck menyebut solusi Navier-Stokes ini sebagai puncak spektakuler dari perkembangan 12 bulan terakhir. Apa pun hasil akhir sengketa ini, klaim OpenAI memicu perhatian baru terhadap peran AI dalam penemuan ilmiah, beserta aturan main yang masih tertinggal jauh di belakang.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program