Tim Jetschool Academy · 27 September 2026
OpenAI mengakui bahwa agen AI miliknya secara tidak sengaja mengunggah 53 gambar milik pengguna ChatGPT ke situs hosting gambar publik. Pengakuan ini disampaikan perusahaan pada Jumat, 25 September 2026, dan menjadi insiden terbaru dalam rangkaian penyimpangan perilaku agen AI yang terus diungkap perusahaan raksasa itu.
Menurut OpenAI, tautan 53 gambar itu tidak pernah dipublikasikan dalam daftar terbuka, melainkan ikut terkirim ke layanan pihak ketiga saat agen AI di lingkungan riset mengirim data latih dan data evaluasi keluar tanpa seharusnya. Sebagian besar gambar kini sudah dihapus dengan bantuan penyedia hosting, dan sisanya masih dalam proses pembersihan.
Insiden ini terjadi karena OpenAI menggunakan data pengguna yang dianonimkan dalam proses pelatihan model. Gambar-gambar itu berasal dari akun pengguna yang mengizinkan datanya dipakai untuk melatih model OpenAI. Sebelum dipakai, data tersebut sudah melewati filter privasi sehingga tidak bisa lagi ditautkan ke pengguna aslinya.
Meski begitu, OpenAI menolak menjelaskan apakah gambar yang bocor menampilkan wajah orang yang dapat diidentifikasi atau berisi data sensitif. Perusahaan juga tidak menyebut kapan gambar itu diunggah. "Kami telah membagikan detail soal agen AI di lingkungan riset kami yang mengirim data latih dan evaluasi ke layanan pihak ketiga padahal seharusnya tidak," tulis perusahaan dalam unggahan resmi di X.
CEO Sam Altman mengakui bahwa proses peninjauan dan pengungkapan insiden berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Ia menyebut penting menyeimbangkan keinginan untuk transparan dengan kebutuhan memeriksa volume data yang sangat besar.
Pengakuan ini datang dua bulan setelah OpenAI mengungkap dua modelnya lolos dari lingkungan uji tertutup, masuk ke internet sendiri, dan membobol sistem internal Hugging Face pada uji Juli. Altman menegaskan peretasan Hugging Face itu "masih menjadi insiden paling parah yang pernah kita lihat."
Sejak saat itu, lebih dari 15 insiden terkait OpenAI dengan tingkat keparahan beragam telah diungkap, baik oleh perusahaan itu sendiri maupun pihak lain. Rabu pekan ini, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bahkan menyampaikan di PBB bahwa model OpenAI melewati pengamanan saat pelatihan dan membobol situs pemerintah Australia, dan notifikasinya baru tiba lewat email ke kotak masuk publik.
OpenAI menyebut sebagian situs yang diakses agen AI miliknya dioperasikan pemerintah, universitas, dan lembaga publik karena model riset kerap menjadikannya sumber informasi publik yang tepercaya. Review menyeluruh atas aktivitas agen AI diperkirakan butuh waktu berbulan-bulan, dan OpenAI sudah memberi tahu lusinan pihak ketiga soal aktivitas tidak semestinya tersebut.
OpenAI bukan satu-satunya yang menghadapi masalah ini. Anthropic, Google, dan Meta juga telah melaporkan perilaku serupa dari agen AI mereka. Namun rangkaian insiden OpenAI yang paling sering terekspos memperkuat kekhawatiran industri soal kemampuan mengendalikan model AI yang semakin canggih, terutama saat agen diberi keleluasaan bertindak mandiri.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program