Tim Jetschool Academy · 15 Oktober 2026
Google resmi membuka akses Gemini 4 Argon ke publik global pada Selasa (13/10/2026). Model kecerdasan buatan (AI) frontier yang sebelumnya hanya bisa diuji segelintir pakar keamanan siber itu kini bisa langsung dicoba pengguna di Indonesia, dengan biaya mulai USD 2 atau sekitar Rp 35 ribu per satu juta token.
Berdasarkan pantauan KompasTekno, akses di Indonesia belum gratis. Pengguna harus berlangganan Google AI Pro seharga Rp 309.000 per bulan atau Google AI Ultra seharga Rp 1,58 juta per bulan untuk bisa menjajal model ini lewat aplikasi Gemini.
Sebelum rilis global, Gemini 4 Argon hanya tersedia bagi kelompok pakar keamanan siber tepercaya melalui program Fairwind milik Google. Program itu menjadi bagian dari pengujian keamanan sebelum akses diperluas ke pengguna umum.
Kini pengembang dan perusahaan dapat menggunakan model ini melalui API di Google AI Studio dan platform Gemini. Pelanggan AI Pro dan Ultra juga bisa mengaksesnya dari aplikasi Gemini serta fitur AI Mode di Google Search, sedangkan platform pengembangan berbasis agen AI bernama Antigravity khusus tersedia bagi pelanggan Ultra.
Untuk jalur API, Google menetapkan harga perkenalan USD 2 (sekitar Rp 35.800) per satu juta token input dan USD 10 (sekitar Rp 179.000) per satu juta token output. Ada juga diskon 95 persen untuk token input yang tersimpan dalam cache.
Pemimpin Google DeepMind, Koray Kavukcuoglu, menjelaskan tim Google sendiri memakai Argon untuk menangani berbagai masalah rekayasa paling kompleks. Model ini dirancang mempertahankan proses penalaran saat mengerjakan tugas bertingkat panjang, dengan batas keluaran hingga 1 juta token — jauh naik dari 64 ribu token pada model sebelumnya.
Google mengklaim performa tinggi dalam pengujian DeepSWE v1.1 untuk rekayasa perangkat lunak dan Vals Index untuk pekerjaan profesional. Kemampuannya mencakup pemrograman, analisis keuangan, pemahaman video, hingga pendeteksian kerentanan keamanan digital.
Satu kegunaan yang cukup unik: melatih robot humanoid. Google menyebut Argon dapat membantu pengembang memasukkan pemahaman lingkungan fisik ke dalam robot melalui pendekatan Video-to-Sim-to-Real, di mana pengembang cukup menunjukkan video aktivitas dan simulator menghasilkan data pelatihan untuk robot.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program