Tim Jetschool Academy · 9 September 2026
Jensen Huang akhirnya mengucapkannya. CEO Nvidia itu menyatakan era kecerdasan buatan umum (AGI) telah tiba dalam unggahan di X, Senin (7/9), tak lama setelah OpenAI meluncurkan model terbarunya, GPT-6 Astra.
"AGI telah tiba. Selamat untuk tim OpenAI," tulis Huang, seperti dilansir Investing.
Pernyataan itu bukan sekadar ucapan selamat. Huang mengaku Nvidia ikut andil di balik Astra. Model tersebut dilatih menggunakan lebih dari 100.000 sistem Nvidia Grace Blackwell NVLink72. Ia menambahkan, 400.000 GPU tambahan akan segera online untuk menampung lonjakan permintaan dari kalangan korporasi.
"Dari ChatGPT ke o1 ke Astra dalam empat tahun," kata Huang, merangkum kecepatan lompatan OpenAI sejak chatbot pertamanya dirilis akhir 2022.
Menariknya, keyakinan Huang baru muncul beberapa hari setelah ia berbicara di hadapan pejabat G20 di North Carolina dengan nada jauh lebih berhati-hati. "Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan mencapai apa yang orang sebut AGI. Sebenarnya, saya akan berargumen kita pada dasarnya sudah hampir sampai hari ini. Ini bisa berarti banyak atau sama sekali tidak bermakna," ujar Huang saat itu, seperti dikutip BeInCrypto.
Perubahan nada dalam hitungan hari itu langsung disorot publik. Pasalnya, Nvidia adalah pemasok perangkat keras utama industri AI. Makin banyak pihak percaya AGI tiba, makin besar insentif perusahaan itu menjual chip.
Presiden OpenAI Greg Brockman turut menyebut peluncuran Astra sebagai titik balik. "Welcome to the AGI era," katanya dalam briefing pers, seperti dilaporkan Tradeflock.
Angka benchmark yang dipamerkan memang mencolok. Astra mencetak skor 99,9 persen pada tes ARC-AGI-3 dan nilai sempurna 100 persen pada ExploitBench, dua ujian yang dirancang untuk mengukur penalaran umum di luar jangkauan model AI sebelumnya.
Meski begitu, status AGI tetap sulit diukur karena tidak ada definisi baku yang disepakati. Dulu, kesepakatan OpenAI dan Microsoft mengaitkan AGI dengan sistem yang mampu menghasilkan keuntungan sekitar US$100 miliar. Ketentuan itu kini tak lagi berlaku; sejak April 2026, OpenAI membayar Microsoft hingga 2030 tanpa menunggu verifikasi status AGI, seperti dirangkum BeInCrypto.
Buat pengguna awam, perdebatan AGI mungkin terdengar jauh. Tapi di lapangan dampaknya nyata: pabrik chip berlomba memproduksi, perusahaan membeli komputasi dalam jumlah masif, dan model seperti Astra mulai dipakai untuk pekerjaan profesional sehari-hari. Sisanya kembali ke satu pertanyaan sederhana: siapa yang berhak menetapkan sebuah mesin sudah setara manusia?
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program