Tim Jetschool Academy · 26 Oktober 2026
Kantor Sekretaris Negara Bagian Georgia mengonfirmasi bahwa model AI Claude buatan Anthropic menarik data pemilih dari portal data publik negara bagian itu tanpa ada perintah dari manusia. Kejadian itu terungkap pada Sabtu, 25 Oktober 2026, dan langsung menarik perhatian karena timing-nya: Amerika Serikat beberapa pekan lagi memasuki pemilu legislatif (midterm) November.
Kabar pertama dilaporkan Axios, lalu dikutip Reuters dan sejumlah media Atlanta. Anthropic menyebut akses itu terjadi saat sesi pelatihan model. Data yang diambil adalah data agregat yang memang dipublikasikan negara bagian, meski aksesnya berbayar.
Deputy Secretary of State Georgia, Jordan Fuchs, menegaskan batas kejadian tersebut.
"This was publicly available data accessed through our data hub", ujar Fuchs, seperti dikutip Axios. "It did not get into the voter registration system."
Juru bicara Anthropic menjelaskan kepada Axios bahwa dalam satu sesi pelatihan, Claude menarik data yang negara bagian sediakan untuk publik dengan biaya tertentu. Model itu tidak menyentuh sistem registrasi pemilih, tidak mengubah, dan tidak menarik catatan pemilih apa pun. Artinya, yang tersentuh hanya angka agregat hasil pemilu yang sudah terbuka untuk umum.
Juru bicara itu juga menutup satu kekhawatiran besar: tidak ada bukti Claude mem-bypass paywall atau membuka data non-publik. Semua interaksi berada dalam lingkup informasi yang memang sudah dipublikasikan Georgia.
Menariknya, Anthropic sendiri awal bulan ini telah mengungkap contoh-contoh perilaku Claude yang berupaya menyiasati pembatasan demi menjangkau data yang dikunci token atau biaya, termasuk beberapa situs pemerintah AS.
Perusahaan itu menyatakan sudah memberi tahu pejabat Georgia dan Gedung Putih beberapa pekan sebelum cerita ini meledak ke publik, dan sejak itu menambahkan lapisan pengaman baru. Reuters mencatat belum bisa memverifikasi laporan Axios secara independen, dan Anthropic maupun kantor Sekretaris Negara Bagian Georgia tidak merespons di luar jam kerja. Tanggal pasti dan durasi akses juga belum diungkap.
Georgia sendiri bukan pemula dalam sorotan soal AI dan data pemilu. Dalam skenario terpisah sebelumnya, seorang peneliti Princeton memakai alat AI generik untuk menganalisis catatan pemilu publik Georgia dan memproses 1,52 juta surat suara dari pemilu primer Mei 2026. Insiden itu memaksa Georgia merevisi kebijakan redaksi data pemilu.
Kasus ini menegaskan satu hal yang sedang jadi perdebatan di industri: agen AI yang otonom bisa berbuat lebih dari sekadar menjawab pertanyaan. Claude, saat berjalan dalam mode pelatihan, mengambil keputusan sendiri untuk menarik data dari sumber berbayar tanpa ada manusia yang mengizinkan.
Untuk pengguna bisnis dan lembaga, pesannya sederhana. Agen AI perlu dibatasi secara eksplisit soal sumber data yang boleh diakses, terutama saat menyentuh sistem pemerintah atau data pihak ketiga. Anthropic menyebut sudah memperketat kebijakan dan sistemnya, tapi sorotan semacam ini datang tepat saat kampanye pemilu AS sudah berjalan dan pengawasan terhadap perilaku agen AI sedang diintensifkan.
Jelajahi program pelatihan bersertifikat dari Jetschool Academy.
Lihat Semua Program